T1 Juara Dunia LoL Worlds 2025, Gumayusi Jadi MVP
Pengantar
Turnamen LoL Worlds 2025 menjadi ajang paling ditunggu di dunia esports tahun ini. Ribuan penonton memenuhi arena di Chengdu, Tiongkok, untuk menyaksikan laga final antara dua raksasa Korea Selatan — T1 dan KT Rolster. Pertarungan sengit berakhir dengan skor 3-2 untuk T1, menjadikan mereka juara dunia keenam kalinya dalam sejarah League of Legends. Artikel ini membahas jalannya laga, para pemain kunci, serta dampak besar kemenangan tersebut terhadap dunia esports.
Latar Belakang Pertandingan
T1 dan KT Rolster sudah lama bersaing dalam apa yang dikenal sebagai Telecom War, rivalitas klasik yang selalu menghadirkan drama dan strategi tingkat tinggi.
Pada tahun 2025, keduanya kembali dipertemukan di panggung terbesar — World Championship Final — dengan format baru “Fearless Draft” yang melarang tim menggunakan champion sama dua kali selama seri berlangsung.
Arena Dong’an Lake Sports Park Gymnasium menjadi saksi pertandingan lima gim penuh tekanan, di mana setiap kesalahan sekecil apa pun bisa menjadi penentu nasib. Bagi T1, kemenangan ini menjadi kesempatan memperpanjang dinasti mereka setelah sukses besar di 2023 dan 2024.
Jalannya Pertandingan Final
Game 1 – Awal Dominasi T1
T1 langsung menekan sejak menit awal. Pemain mid lane Lee “Faker” Sang-hyeok menampilkan permainan sabar dengan Azir, sementara Gumayusi mendominasi lewat Kai’Sa. Skor 25-11 menutup gim pertama untuk T1.
Game 2 – Kebangkitan KT Rolster
KT Rolster tidak tinggal diam. Aiming dan Bdd bermain disiplin, berhasil menciptakan keunggulan objektif di baron dan dragon. KT merebut gim kedua dengan selisih tipis, menyamakan kedudukan 1-1.
Game 3 – KT Ambil Alih Momentum
Pada gim ketiga, KT Rolster tampil semakin percaya diri. Draft agresif dengan Kalista dan Nautilus membuat T1 kewalahan. KT memimpin seri 2-1 — membuat penonton yakin momentum sudah berbalik.
Game 4 – Faker Bangkit, Gumayusi Bersinar
Tidak ingin menyerah, T1 melakukan penyesuaian besar. Faker menggunakan Ahri dan berhasil menciptakan beberapa pick off penting. Gumayusi kembali menunjukkan refleks luar biasa dalam team fight, mengamankan triple kill dan memaksa laga menuju game penentuan.
Game 5 – Kemenangan Epik T1
Pertarungan terakhir berlangsung selama 38 menit. Kedua tim bermain hati-hati, namun keputusan cepat dari jungler Oner dalam mencuri Elder Dragon menjadi titik balik. Dengan buff itu, T1 menutup pertandingan 3-2 dan meraih gelar juara dunia keenam mereka.
MVP: Lee “Gumayusi” Min-hyeong
Performa Gumayusi sepanjang seri tidak terbantahkan. Dengan positioning sempurna dan ketenangan luar biasa, ia menutup final dengan total 27 kill dan 14 assist hanya dalam lima gim.
Gumayusi juga menjadi ADC pertama sejak 2017 yang meraih gelar Finals MVP. Dalam wawancaranya, ia berkata, “Aku membuktikan bahwa aku adalah AD Carry terbaik di dunia. Terima kasih kepada tim dan fans yang selalu percaya.”
Dampak Kemenangan T1
1. T1 Resmi Jadi Tim Tersukses di Dunia
Kemenangan ini menjadikan T1 tim dengan enam gelar dunia, melampaui rekor organisasi lain di ranah League of Legends. Dominasi tiga tahun beruntun (2023–2025) juga menegaskan era kejayaan mereka di bawah arahan pelatih Bengi.
2. LCK Kembali Tak Tertandingi
Dengan dua tim asal Korea di final, region LCK kembali membuktikan konsistensi mereka sebagai penguasa meta kompetitif global. Penonton global pun kembali mengakui standar mekanik dan disiplin makro para pemain Korea.
3. Esports Naik Level ke Industri Utama
Final Worlds 2025 ditonton lebih dari 6,5 juta penonton serentak, rekor baru untuk turnamen esports. Sponsor besar seperti Mercedes-Benz dan Spotify memperluas eksposur global, menegaskan bahwa esports kini setara dengan olahraga profesional.
Momen Terbaik Selama Turnamen
- Comeback T1 vs BLG di Semifinal – Tertinggal 0-2, T1 membalikkan keadaan 3-2.
- KT Rolster Kalahkan Gen.G – KT mengakhiri dominasi Gen.G yang sempat tak terkalahkan di LCK Summer.
- Gumayusi vs Aiming – Pertarungan antara dua marksman terbaik Korea sepanjang final menjadi sorotan utama.
Strategi T1 yang Menentukan
T1 memperlihatkan kematangan strategi:
- Adaptasi Champion Pool – Setiap pemain memiliki 3-4 champion siap pakai dalam Fearless Draft.
- Vision Control Agresif – Oner dan Keria menempatkan ward di area netral sejak menit awal, memberi peta penuh bagi T1.
- Kesabaran Late Game – Alih-alih memaksakan fight, T1 menunggu objektif penting seperti Baron dan Elder Dragon.
Pendekatan disiplin ini menjadi kunci konsistensi mereka sepanjang musim.
Apa Selanjutnya?
Kontrak & Roster 2026
Beberapa pemain inti seperti Gumayusi dan Zeus akan memasuki masa perpanjangan kontrak. T1 diyakini akan mempertahankan roster utama untuk menargetkan empat gelar beruntun di 2026.
Meta Baru & Persaingan Region Lain
Patch 14.25 yang dirilis setelah Worlds memperkenalkan perubahan besar pada itemisasi dan jungle pathing. Tim dari LPL dan LEC sudah mulai beradaptasi untuk mengejar ketertinggalan.
Penutup
Kemenangan T1 di LoL Worlds 2025 menegaskan bahwa kerja keras, adaptasi, dan strategi matang tetap menjadi fondasi utama dalam esports. Dengan Gumayusi sebagai MVP dan Faker yang terus menjadi simbol dedikasi, T1 kini berada di puncak dunia.
Turnamen ini membuktikan bahwa LoL Worlds 2025 bukan sekadar kompetisi antar-tim, melainkan juga perayaan puncak strategi, teknologi, dan passion dari jutaan pemain di seluruh dunia.